Syinar Budhi Arta, biasa dipanggil Mang Ade, lahir di Bandung, 7 Oktober 1957, merupakan anak ke-10 dari orang tua H. Hasan Oepyan Iskandar dan Hj. Djuhriah Iskandar.
Ayah Mang Ade adalah mantan TNI Siliwangi yang pernah memimpin long march pada tahun 1949 dari Yogyakarta ke Jawa Barat bersama Bapak Ukar Bratakusumah. Pada tahun 1978 ayah Mang Ade meninggal dan Mang Ade menganggap pamannya yang bernama Rd. Sukanda Bratamanggala atau Pak Kendo sebagai pengganti ayahnya yang akhirnya membentuk diri Mang Ade sebagai orang yang memiliki prinsip yang sangat kuat dalam kehidupannya.
Pada tahun 1985 Mang Ade menikah dengan Dr. Ina Primiana Sagir, dosen di Fakultas Ekonomi Unpad, putri pertama dari H. Soeharsono Sagir. Dari perkawinannya, Mang Ade dikaruniai tiga orang anak, yaitu Muhammad Rangga Wirapasa [22] kuliah di Kuala Lumpur, Malaysia; Muhammad Aditya Wiradijaya (kuliah di Fakultas Ekonomi Unpad; dan Mega Iskanti Putri (13) sekolah di SMP Salman kelas 2.
Mang Ade adalah alumni SMPN 2 Bandung, SMAN 3 Bandung dan Fakultas Ekonomi Unpad. Sejak tahun 1987, Mang Ade bekerja di PT. Telkom. Tahun 2003-2007 ia menjabat Ketua Umum Serikat Karyawan PT. Telkom dan sejak 2004-sekarang sebagai Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja BUMN Strategis.
Menurut rekan-rekannya, Mang Ade terkenal jujur, tegas, konsisten, berani memperjuangkan kebenaran, dan mau berkorban melindungi bawahannya. Gayanya yang sederhana dan bersikap melayani terhadap masyarakat organisasi yang dipimpinnya adalah beberapa ciri khasnya.
Halaman ini dilanjutkan oleh sub-halaman.

[...] Syinar Budhi Arta (calon walikota Bandung) dari kalangan buruh (pekerja) dan Arry Akhmad Arman (calon wakil walikota [...]
pokoknya mendukung , ,,
apalagih , , putrinya cantik gituh . . .
wekekekekek . …
Assalamualaikum,
Pak Synar, salam kenal, kebetulan sekali saya tiga alumni dengan bapak (SMP 2, SMA 3, dan Fekon UP). Tapi dalam kesempatan ini saya tdk bermaksud bernostalgia.
Saya hanya ingin memberikan dukungan kepada calon walikota dari independen yang bukan hanya memperjuangkan kemakmuran, ketertiban, keamanan, kesejahteraan, kebersihan kota/masyarakat Bandung secara duniawi tapi juga yang melindungi masyarakat kota Bandung khususnya yang beragama Islam dari hal-hal yang bisa menyengsarakan di akhirat nanti. Sebagai contoh, melindungi pemeluk Islam dari makanan2 yang tidak Halal (misalnya Perda wajib semua penjual makanan bersertifikat Halal) dan menjadikan Bandung sebagai kota bebas maksiat .
Semoga niatan seperti itu ada pada pasangan SYNAR. Saya siap mendukung.
Bolehkan Warga Garut ikut mendukung Bapak,soalnya ada juga sih saudara2 saya yg tnggl disana,mudah2an nanti kalau Bapak terpilih Bandung yg sdh baik,menjadi Kota yg lebih baik lagi,(Bersih,Tegar,Beriman) Amin.
“SYINAR” : cahaya yang akan menerangi wajah bandung lebih berseri…hehehe…
“BUDHI” : Bandung Untuk Ditata n dibenaHI….
“ARTA” : Aku Rela berkorban demi rakyat jelaTA di kota bandung.
…. SANES KITU KANG?!?
siapa bilang buruh teu tiasa nanaon…
siapa bilang buruh yang hanya bisa diperas tenaganya…
siapa bilang buruh yang hanya “pake kacamata kuda”…
tingali heula panutan urang di Polandia…Lech Walesa…
tingali heula panutan urang di Bandung…Kang Ade …
tingali heula pola pikir n hati nuranina… tong suudzon…
MAJU TERUS, PANTANG MUNDUR, OPTIMIS BARI IKHTIAR…
LAMUN KU ALLAH “KUN FAYAKUN”; “JADILAH…WALKOT BANDUNG…”…JADI KANG…INSYAALLAH.
WASSALAM
Bravo … Sy dukung dari Jakarta
oooh mang ade itu suaminya ibu Ina yaa.. wah baru tahu..
Terkadang kita memang harus bertanya pada diri sendiri. Apabila kita menjadi seorang pemimpin, pertanyaannya adalah ;
1. Mengapa ingin menjadi pemimpin? Murni untuk kepentingan masyarakat banyak atau pribadi dan kelompok?
2. Apa yang bisa kita berikan pada masyarakat apabila menjadi pemimpin atau apa yang bisa kita dapatkan bila kita menjadi pemimpin.
3. Apa yang akan kita wariskan bagi anak cucu kita apabila menjadi saat ini kita menjadi seorang pemimpin, kebaikan atau kehancuran?
tentunya ini hati kita yang bisa menjawab.
Semoga kita akan mendapatkan pemimpin yang amanah, untuk menghindari dari kehancuran…Amin.
Assalammu’alaikum wr wb.
Pak Budhi yth,
Saya juga kebetulan dua alumni sama bpk (smp 2 dan FE unpad), dan juga satu instansi dengan ibu Ina.
Saya turut mengucapkan selamat menjadi bakal calon independen, Saya berdoa dari jauh semoga semuanya lancar dan baraqah.
Salam
Yudi Azis
Graduate school of Innovation management,
Tokyo Institute of Technology
kata bu ina waktu hadir di acara bedah platform PKS untuk perbaikan ekonomi kota bandung, “Siapapun yang jadi walikota, harus kita dukung bersama-sama” inilah sebenarnya yang menjadi inti permasalahan. DUKUNG BERSAMA-SAMA. jadi jangan lagi melihat dari manapun calon itu asalnya. setelah dipilih oleh rakyat kita dukung sampai berhasil. kalau sudah berhasil kita bersama juga yang selamat dari keterpurukan yang semakin menjadi-jadi ini. setuju?
Setuju Pak Andri. Yang dilihat adalah Nawaitunya. masalah Bandung sudah tidak bisa diselesaikan secara parsial tetapi terintegrasi dan komprehensif dilihat dari berbagai aspek dengan didukung oleh orang-orang yang ahli. Ini semua sangat tergantung dari political will walikota terpilih, mau dibawa kemana Bandung. Kalau hanya sekedar ingin menjadi walikota , tetapi tidak menjadikan bandung “sesuatu” sangat mubazir…. Nah ini semua kembali pada masyarakat. Pemimpin seperti apa yang diperlukan untuk Bandung. Tentunya kita semua tidak berharap pemimpin yang menggunakan uang untuk menjadi pemimpin, agar mereka kelak bila menjadi walikota tidak harus sibuk untuk mengganti seluruh biaya yang telah dikeluarkan, yang akhirnya tidak memikirkan kemajuan Bandung. Mudah2an Allah memberikan jalan buat kita semua, diberi pemimpin yang Terbaik, amanah dan mampu menyelesaikan seluruh persoalan di bandung. Amin.
Untuk Yudi di Tokyo terima kasih ya doanya dari jauh. Sukses ya Yud…….
Saya dukung anda calon independen perseorangan. Baik moril maupun materiil. Siap menjadi team sukses Mang Ade….
Wassalam,
Ramadhan
email: mramadhan@ram-business.com
kang syinar, saya mendukung anda selama anda tetap berpihak kepada keadilan kerakyatan dan perbaikan ekonomi kerakyatan. karena kesejahteraan dan kemakmuran itu bisa terwujud dengan ditegakkannya keadilan. saya tunggu janji-janji akang. pilih orang-orang yang tepat dan bukan penjilat, libatkan juga rakyat kecil,rakyat miskin dan pedagang kaki lima dalam team akang,karena diantara mereka ada banyak orang-orang yang mempunyai potensi, hanya saja kesempatan yang tidak mereka miliki,karena mereka adalah orang-orang yang berpengalaman dan lebih tau karena mereka merasakan rasanya jadi orang yang tertindas dan diperlakukan tidak adil. klo boleh titip ide kang untuk di buatkan perda klo nanti sudah jadi pemimpin kota bandung ini Insya Allah. Bagaimana klo di bandung khususnya, pejabat2 pemerintahan atau siapapun dia baik yang dari bandung maupun yang mau ke bandung tidak perlu dikawal sagala ku mobil/motor polisi, make sirine sagala. yang lain harus minggir. selain hemat bbm, bandung geus macet, seharusnya mereka mengerti budaya antri jangan mau enaknya saja, ini salah satu sikap ketidak adilan. lagi pula orang yang dikawal itu artinya orang yang takut, orang yang takut artinya dia merasa bahwa dia punya salah. kalau alasannya soal waktu, itu bukan alasan,kembalikan bagaimana cara mengatur waktu. yang boleh menggunakan sirine cukup AMBULANCE dan PEMADAM KEBAKARAN saja. punten pisan kang, bukan saya mau mengajari akang, saya yakin akang lebih pintar dari saya, saya mah kuliah oge teu lulus, tapi sanes ku bodo-bodo teuing tapi biayana teu aya.
wah … ternyata mang ade adalah mempunyai garis keturunan sebagai pejuang …. , saya dukunglah ….
sok ah… yang dulu ngga peduli dan anti banget sama yang namanya pemerintah, nih ada calon independen. yu kita dukung rame2. saatnya sekarang perbaikan itu kita lakukan babarengan, ku urang-urang keneh, keur urang-urang keneh. sanes kitu?
Wah aku terkesan. Selamat berjuang, semoga berhasil dan semoga Bandung menjadi lebih baik…..Salam dari jauh….
saatnya bersikap untuk perbaikan…
TReNDI
kata bu ina waktu hadir di acara bedah platform PKS untuk perbaikan ekonomi kota bandung, “Siapapun yang jadi walikota, harus kita dukung bersama-sama” inilah sebenarnya yang menjadi inti permasalahan. DUKUNG BERSAMA-SAMA. jadi jangan lagi melihat dari manapun calon itu asalnya. setelah dipilih oleh rakyat kita dukung sampai berhasil. kalau sudah berhasil kita bersama juga yang selamat dari keterpurukan yang semakin menjadi-jadi ini. setuju?
Betul Kang Andri. Mungkin saat ini sejumlah pihak yang punya itikad baik untuk bebenah Bandung menggunakan jalur atau cara yang berbeda untuk menawarkan niat baiknya untuk kota Bandung. Saya kira itu bagian dari dinamika politik atau dinamika kehidupan masyarakat yang harus kita hormati. Nah, setelah masyarakat memilih yang terbaik menurut pandangan masyarakat, calon yang tidak terpilih harus mau bersama-sama mendukung pimpinan yang terpilih demi untuk kepentingan masyarakat. Saya percaya, PKS sudah memilih salah satu calon pemimpin terbaik untuk kota Bandung. Kami akan mendukung sepenuhnya kalau nanti beliau yang terpilih untuk BABARENGAN BEBENAH BANDUNG.
Saya kira, tidak hanya bu Ina, saya pun siap mendukung walikota terpilih nanti untuk mensukseskan program-programnya, asal….. tentunya yang terpilih nanti adalah orang yang saya yakini adalah orang yang amanah!
Sekarang kan belum ada walikota yang terpilih!? Jadi kita tunggu saja sampai jelas siapa yang terpilih nanti.
Salam,
Arry Akhmad Arman