Bandung, yang di zaman dahulu pernah dikenal dengan julukan Parijs van Java dan pada tahun 1955 sangat dihormati di seluruh Asia Afrika, kini telah tumbuh pesat dengan berbagai persoalannya. Seperti berbagai kota besar lain di dunia, Bandung menghadapi persoalan-persoalan ekonomi, sosial, dan budaya. Sejumlah walikota Bandung telah berusaha menunjukkan kerja keras mereka untuk membawa Bandung ke arah yang lebih baik. Namun begitu, kelihatannya kita masih perlu kerja lebih keras lagi dan lebih cerdas untuk mencapai Bandung yang lebih baik.
Membenahi persoalan Bandung yang sudah sedemikian kompleks tidak dapat dilakukan oleh pemerintah kota saja. Berdasarkan itikad untuk melibatkan semua pihak/ sumberdaya dalam satu kepemimpinan yang adil, tegas dan berani, maka dengan keberadaan puluhan Perguruan Tinggi ternama, lebih dari sepuluh Kantor Pusat BUMN/D, dan bersinergi dengan kalangan dunia usaha (kecil,menengah,besar) serta dukungan pihak-pihak lainnya, Bandung seharusnya mampu memecahkan berbagai persoalan yang ada.
Solusi yang pernah dilakukan seringkali tidak berkelanjutan, tidak transparan, dan hanya berpihak ke kalangan tertentu, serta mengesampingkan kalangan mayoritas, yakni kalangan menengah ke bawah. Solusi apapun yang dipilih seharusnya mengacu pada nilai-nilai dasar, yaitu melayani dengan adil dan profesional, transparan, inovatif, dan berkelanjutan.
Bandung perlu pemimpin yang mengerti masalah Bandung. Namun, mengerti saja tidaklah cukup. Bandung perlu dipimpin oleh orang yang sehari-hari mengalami sendiri apa yang menjadi permasalahan dan keresahan masyarakat Bandung. Pemimpin yang mampu memberikan ide-ide segar, pasti-pasti menjadikan solusi, berani tidak populer untuk melakukan perubahan, dan sungguh-sungguh membela kepentingan masyarakat Bandung.
Kami, masyarakat independen Kota Bandung yang terdiri atas kaum pekerja/buruh, kaum muda/mahasiswa, akademisi, profesional, pedagang, dan elemen-elemen masyarakat lainnya mencalonkan:
Paduan Syinar Budhi Arta dari kalangan buruh (pekerja) dan Arry Akhmad Arman dari akademisi (intelektual) diharapkan menjadi sinergi yang dapat memberikan solusi nyata bagi kota kita yang tercinta ini. Dengan tidak mendahului Tuhan YME, kami yakin mereka adalah orang-orang yang dapat dipercaya, punya kemampuan dan siap menjadi pelayan masyarakat.
Dengan ajakan ”Hayu Babarengan Bebenah Bandung”, paduan dua putra Bandung asli ini siap bekerja bersama-sama masyarakat untuk menjadikan Bandung yang lebih baik.
SYNAR Independen
Halaman ini dilanjutkan oleh sub-halaman.
Galamedia, 05/05/2008
Dalam Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung
Mang Ade-Aa Siap Jadi Calon Independen
DAGO, (GM).-
Calon independen Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung 2008 semakin ramai. Pasangan Syinar Budhi Arta (Mang Ade) dan Arry Akhmad Arman (Aa), siap mencalonkan diri sebagai calon independen dari kalangan buruh dan akademisi (intelektual), pada pemilihan wali kota dan wakil wali kota 2008-2013.
“Saya siap bekerja bersama masyarakat untuk menjadikan Kota Bandung ini menjadi lebih baik. Karena itulah kita mengajak masyarakat, dengan ajakan hayu urang babarengan bebenah Bandung,” kata Syinar Budhi Arta yang biasa dipanggil Mang Ade ini, saat ditemui wartawan di kediamannya, Jln. Bukit Dago Selatan No. 7 Bandung, Minggu (4/5).
Dikatakan Syinar, pencalonannya atas dorongan dari para rekan, kerabat, dan saudara. Baik itu dari kalangan buruh maupun akademisi. Terlebih Syinar yang saat ini menjabat sebagai Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja BUMN strategis, mendapat kepercayaan untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat Kota Bandung dan para buruh.
Begitu juga dengan Arry Akhmad Arman –biasa dipanggil Aa– yang berasal dari kalangan akademisi dan intelektual, bisa menjadi sinergi yang dapat memberikan solusi nyata bagi Kota Bandung.
“Kita ingin memperbaiki Kota Bandung, karena itulah kita menyandang slogan hayu babarengan bebenah Bandung. Kita sadar kondisi Bandung saat ini, perlu ditata ulang untuk lebih baik. Kota Bandung ini banyak ketinggalan dibanding kota lainnya. Karena itu kita mengajak masyarakat Kota Bandung untuk bersama-sama memperbaiki Kota Bandung. Saya yakin kebersamaan ini, bisa mempercepat proses perbaikan Kota Bandung,” katanya.
Banyak persoalan
Diungkapkan Syinar, Kota Bandung dikenal dengan julukan Parijs van Java dan sangat dihormati di seluruh Asia Afrika. Namun demikian, Kota Bandung tumbuh pesat dengan berbagai persoalannya, baik persoalan ekonomi, sosial maupun budaya. “Kelihatannya kita masih perlu lebih keras dan lebih cerdas untuk mencapai Bandung yang lebih baik,” ujarnya.
Menurut Syinar, membenahi persoalan Kota Bandung yang sudah sedemikian kompleks, tidak dapat dilakukan oleh pemerintah kota saja. Namun harus melibatkan semua pihak dalam satu kepemimpinan yang adil, tegas, dan berani. Tapi yang paling penting adalah membangun kepercayaan masyarakat kepada pemerintah daerah. Sebab harus ada transparansi antara pemerintah dengan masyarakat.
“Kalau masyarakat sudah percaya pada pemerintah, insya Allah semua permasalahan yang ada di Kota Bandung pasti ada solusinya. Karena itulah langkah awal kita dalam hal itu, adalah pemberantasan korupsi di kalangan internal pemerintah daerah, termasuk transparansi kepada masyarakat,” ungkap Syinar.
Untuk menciptakan terwujudnya Bandung yang sejahtera, nyaman, dan maju, pihaknya telah mempersiapkan beberapa misi. Di antaranya meningkatkan lapangan kerja dan daya saing ekonomi berbasis potensi lokal, serta pengembangan kewirausahaan. Termasuk mewujudkan Kota Bandung yang nyaman dengan mengubah budaya kerja pelayanan masyarakat dari birokratis menjadi profesional, serta menyelenggarakan pendidikan gratis hingga ke tingkat SMA dan SMK. (B.99)**
Koran Seputar Indonesia
Buruh Usung Synar-Arry
Sunday, 04 May 2008
BANDUNG(SINDO) – Kaum buruh Kota Bandung meramaikan bursa Cawalkot-Cawawali dengan mengusung pasangan independen Synar Budhi Artha dan Arry Akhmad Arman.
Koodinator Tim Sukses Synar-Arry, Dwi Larso, mengatakan bahwa Synar, aktivis dari Federasi Serikat Pekerja BUMN, disandingkan dengan Arry, akademisi dari Institut Teknologi Bandung (ITB),adalah pasangan ideal. ”Kami berharap pasangan ini mampu mewujudkan Kota Bandung sejahtera, nyaman dan maju,” kata Dwi kepada wartawan di Jalan Bukit Dago No 7,Kota Bandung,kemarin. Dia menjelaskan,sebelum mengusung Synar-Arry, pihaknya mengadakan seleksi intern.
”Kami menggunakan 10–12 poin kriteria yang harus dimiliki calon. Dengan kriteria itu kami menyeleksi 6–8 calon.Hasilnya Synar dan Arry memiliki bobot nilai tertinggi,” jelas dia.Dwi optimistis, pasangan Synar-Arry akan meraih dukungan 3% suara dari total penduduk Kota Bandung.”Kami targetkan 80.000 suara sudah di tangan dalam 10 hari mendatang,” ujar Dwi. Bakal Cawalkot Synar mengungkapkan dia bersedia dicalonkan karena ingin memperbaiki kondisi Kota Bandung.” Keinginan ini tercetus ketika peringatan Hari Buruh Internasional (Mayday) pada 1 Mei lalu.
Ketika sedang berdemo di Gedung DPR-MPR RI, teman-teman, termasuk Dwi Larso menanyakan apakah saya ingin menjadi Wali Kota Bandung. Spontan saya bilang iya,” ungkap Synar. Keinginan itu, lanjut dia, bukan sekadar keinginan, melainkan kemauan kuat untuk bersamasama membenahi Bandung. ”Kota Bandung ini bukan hanya Ibu Kota Jawa Barat, melainkan juga Ibu Kota negara Asia-Afrika.Tapi mengapa kini tidak ada kemajuan,bahkan korupsi semakin merajalela,” tegas dia. ”Saya punya jiwa melayani, mengabdi dan berjuang memperbaiki nasib buruh.
Saya tentunya tidak hanya akan memperbaiki nasib buruh, tapi juga memperbaiki pendidikan di Kota Bandung. Saya yakin Arry bisa membantu saya melakukan hal itu,”tandas Synar. Sementara itu, bakal Cawawali Arry mengaku bersedia dicalonkan karena dia resah melihat kondisi Kota Bandung saat ini.”Daripada saya hanya berkeluh kesah lewat tulisan, lebih baik saya wujudkan dalam karya nyata dengan babarengan bebenah (bersama memperbaiki) Bandung,” ujar Arry. Dia menyatakan masalah korupsi menjadi fokus utama pembenahan di Kota Bandung. ”Selain itu masalah transparansi terhadap masyarakat.
Hal ini harus jadi perhatian, karena selama ini ketidaktransparanan menjadi sumber ketidakpercayaan masyarakat terhadap pemimpin Kota Bandung,”kata dia. Arry berjanji,jika terpilih, pasangan Synar-Arry akan menyediakan pendidikan gratis dari SD hingga SMA/ SMK,meningkatkan kesejahteraan guru dan aparatur pemerintah.” Mudah-mudahan dengan babarengan bebenah (bersama memperbaiki) Bandung,”pungkas Arry. Seperti diberitakan SINDO sebelumnya,KPUD Kota Bandung mewajibkan para calon independen memenuhi syarat penggunaan materai dalam menggalang dukungan pencalonan.
Syarat itu harus dipenuhi agar dukungan kuat secara hukum dan mengantisipasi gugatan dari pihak lain.”Jika tidak menggunakan materai, dikhawatirkan akan lemah secara hukum jika ada gugatan dari pihak lain. Ini harus diantisipasi sejak dini oleh para calon independen,” kata Ketua KPUD Kota Bandung Benny Moestofa, di Balai Kota Bandung, Jalan Wastu Kancana, Jumat (3/5).
Menurut dia,syarat penggunaan materai dalam menggalang dukungan diatur dalam UU No 13 tahun 1985 tentang Bea Materai. ”Bunyi dari UU itu adalah surat keterangan yang memberikan dampak hukum diwajibkan menggunakan materai.Makanya saya ingin semua calon independen menggunakan materai agar batu sandungan di tengah jalan saat proses verifikasi bisa diatasi,”jelas dia. (andhini/ radi saputro)
Alhamdulillah akhir nya ada juga calon dari independen hehehe walau pandangan saya mah seh sama aja ..ya calon calon juga..jadi ingat sebuah film calon presiden amerika latarbelakang calon tersebut seorang pelawak.. dan sucses memenangkan presiden,,
ya beda nya di sini mah,, calonnya memiliki intelektual yang tinggi.. bagusss. brafo lah..
pada dasarnya seh saya selalu golput sejak pemilu jaman orde baru juga,, begitu pula pilkada.. td nya seh mau ajdi orang independen juga ahhahaha teu kamana mana tapi akan saya dukung lang yang ingin memajukan bangsa mah…
begitu pula untuk Kang Syinar ama Kang Aryy.. dengan segala harapan dan misi untuk membangun bandung yang lebih bermartabat, tentrem ,, saya ikut dukung kang,, dalam doa.
semoga aja lancar dan di beri kesehatan.. walau tidak harus menjadi walikota untuk kita punya harapan tersebut,, saneesss
Bandungdetik.com 06/05/08
http://bandung.detik.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/05/tgl/06/time/120906/idnews/934722/idkanal/486
Menyusul pasangan Indra Prawira dan Dedy Haryadi yang diusung Forum Pengusung Calon Independen (FPCI), pasangan Synar Independen mendeklarasikan diri akan ikut berlaga di Pilwalkot Bandung Agustus mendatang sebagai cawalkot dan calon wakil walikota independen.
Pasangan Synar Independen yaitu Synar Budhi Arta dari kalangan buruh atau pekerja sebagai cawalkot dan Arry Akhmad Arman dari kalangan akademisi sebagai calon wakil walikota.
Deklarasi digelar hari ini, Selasa (6/5/2008) di Jl Serayu No 8. Kedua pasangan mengusung semboyan ‘Hayu Urang Babarengan Bebenah Bandung (Ayo bersama-sama membenahi Bandung)’. Intinya, mereka bertekad menjadikan Bandung lebih sejahtera, nyaman dan maju. Synar saat ini menjabat sebagai Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja BUMN Strategis. Sedangkan Arri merupakan dosen dan peneliti dari ITB. ?
Pasangan ini terinspirasi pahlawan nasional KH Agus Salim dengan kata-kata ‘Pemimpin Siap Menderita’. Mereka bertekad bersama masyarakat untuk memberi contoh nyata dalam memimpin dengan jujur, transparan dan bersahaja serta mewujudkan aparatur pemerintahan yang bersih dan profesioanl dalam melakukan pelayanan publik.
Menurut Synar yang akrab disapa Mang Ade, visi misinya adalah melakukan pembenahan kota Bandung. Pembenahan itu antara lain melalui penyediaan penjaminan stock pangan atau sembako, bahan bakar energi, jaminan kesehatan dan gizi bagi kaum ibu, balita, manula, penyandang cacat, pemberantasan korupsi dan peningkatan kesejahteraan aparatur pemerintahan.
“Selain itu kami akan mengubah budaya birokratis menjadi profesional,” tuturnya saat ditemui di tempat deklarasi. Synar pun menyatakan akan membuka lapangan kerja melalui wirausaha baru dengan mengembangkan 50 ribu usahawan atau enterpreneur, peningkatan kualifikasi tenaga kerja lokal, memperbaiki iklim usaha dan penyederhanaan perijinan.
Ditambahkan Arri yang biasa dipangil Aa, ada beberapa prioritas pembenahan Bandung dalam beberapa tahun ke depan, seperti sekolah gratis hingga tingkat SMU/SMK, peningkatan kesejahteraan signifikan bagi guru, pembenahan masalah banjir, sampah dan kemacetan. ?
Dengan didampingi istri masing-masing, dalam deklarasi ini kedua calon pun sekaligus melampirkan daftar kekayaannya. Kedua pasangan dicalonkan oleh? kaum pekerja, mahasiswa, akademisi, profesional, pedagang dan elemen masyarat lainnya. Seusai deklarasi terdengar lantunan lagu Halo-halo Bandung yang dinyanyikan oleh puluhan orang pendukung yang menghadiri acara deklarasi
Syukur deh kalo hasil deklarasi sudah terlihat ada pendukung nya, cuman harap saya mah.. nga usah terlalu banyak janji hanya untuk cari dukungan,, aduh sieun lah.. man ukur janji,, padahal memang susah untuk di wujudkan.. seperti sekolah gratis,, atuh kang ti mana artos na meh bisa gratis teh,, guru guru emang mau di kaseh bayar dari mana? buku buku .. bukan saya tidak mendukung soal seperti ini,, da saya juga sangat berharap ada sekolah gratis.. kalo dah mampu mah napa juga gratis.. mungkin lebih bagus kalo saling subsidi silang aja kali yaa heehhee.. yg mampu bantu yang tidak mampu..
selebih nya Insya Allah saya dukung, walau kemampuan saya tidak seberapa mampu dari pendukung yang lainnya.
apa synar siap untuk menepati janji-janji wlikota sebelumnya yang udah menjadi ketetapan (SK) walikota dan perda, tapi belum (tidak dapat) dilaksanakan oleh walikota sekarang ? bila siap insyaallah banyak yang akan bergabung.
semoga dengan calon independen ini mampu menyerap mereka yang terus2an GOLPUT. sudah saatnya menentukan sikap dan terlibat dalam mekanisme perbaikan. tidak bisa selamanya kita terus kecewa dengan keadaan, terus tidak percaya kepada manusia manapun (padahal manusia tempatnya salah), dan terus berada di luar sistem. saatnya memberikan kontrbusi positif sekecil apapun.