BANDUNG, (PR), 4 Juni 2008
Dua pasang calon Wali Kota/Wakil Wali Kota Bandung jalur independen dipastikan gugur, setelah hasil verifikasi administrasi tidak memenuhi syarat minimal dukungan 66.717 atau 3 persen dari 2.223.901 penduduk Kota Bandung. Namun, verifikasi faktual terhadap bukti dukungan semua pasangan calon, tetap dilakukan sampai tingkat panitia pemungutan suara (PPS).
Demikian diungkapkan Ketua KPU Kota Bandung Benny Moestofa, saat ditemui di sela-sela acara pembukaan Pameran Kriya Pesona Bandung di Graha Manggala Siliwangi, Bandung, Selasa (2/6). “Verifikasi faktual masih berlangsung di tingkat PPS. Sejauh ini, jumlah dukungan dua pasangan calon independen sudah tidak mencukupi kuota minimal sesuai persyaratan,” ujarnya.
Ada empat pasangan calon independen yakni Hudaya Prawira-Nahadi, Syinar Budhi Arta-Arry Akhmad Arman, Achmad Setiawan-Mamat Rachmat, dan Sugih Wiramikarta-Djoni Gariana. Hasil verifikasi menunjukkan, jumlah dukungan terhadap masing-masing pasangan menyusut, di antaranya karena terdapat nama orang yang sudah meninggal, kartu tanda penduduk ganda, pencantuman anggota TNI/Polri yang masih aktif, dan lainnya.
Sejauh ini, jumlah penerimaan dukungan riil untuk keempat pasangan calon independen menurun 63.476 pendukung. Dari semula 312.835 bukti dukungan, tinggal 249.359 bukti dukungan yang memenuhi persyaratan administrasi. Mengenai dugaan manipulasi dukungan, Benny mengakui kemungkinan tersebut. “Tapi, soal besaran manipulasi belum kami ketahui,” ujarnya.
sesungguhnya seorang pemimpin yang sangat tepat dan didukung penuh, dia akan didukung oleh 100% rakyat di tanah itu. sehingga bila untuk mencapai 3% ini masih berat, apalagi mencapai dukungan 100%, atau setidak-tidaknya lebih dari 30%, ya… untuk sekedar mengalahkan calon lainnya.
jadi sesungguhnya siapapun dia, ketika akan memimpin, harus memiliki sarana untuk mencapainya. sarana itu digunakan untuk mengumpulkan pendukung, mengkonsolidasi dukungan, membina pendukung agar tetap sesuai dengan idealismenya, mekanisme kontrol untuk idealisme dirinya, dst. sehingga ada tangga dari aktifitas, individu kepada aktivitas kelompok, aktivitas masyarakat, aktivitas bangsa, aktivitas dunia, dst.
saya pikir “saat ini”, sarana itu, apalagi kalau bukan partai? walaupun partai yang asal-asalan, ancur-ancuran, miskin idealisme… itu banyak. tapi yang mencoba untuk baik dan semakin baik juga ada. tapi, dari sanalah kita bisa memulai untuk berbuat.
terlepas dari itu semua, saya sangat bangga dengan para calon independen ini atas semangat dan kepeduliannya untuk kebaikan dan perbaikan ini.