PKS-PAN Makin Terbuka Berkoalisi
Bukti Dukungan 4 Pasang Calon Independen Layak Diverifikasi
BANDUNG, (PR), 29 Mei 2008
Komunikasi politik antara PKS Kota Bandung dan dua partai poros tengah, makin intens, setelah Partai Golkar menyatakan positif berkoalisi dengan PDIP. Demikian pula, opsi calon Wakil Wali Kota Bandung dari poros tengah semakin menguat untuk diperhitungkan PKS.
Demikian diungkapkan Ketua DPD PKS Kota Bandung Haru Suandharu ketika ditemui di sela-sela diskusi “Permasalahan Kota Bandung dan Solusi Pemecahannya” di Hotel Mitra, Jln. Supratman, Kota Bandung, Rabu (28/5). Menurut dia, PKS sudah menduga pada akhirnya Golkar berkoalisi dengan PDIP. “Makanya, pengisian posisi calon wakil wali kota dari PKS dibiarkan tertunda sambil melihat dinamika partai politik,” ujarnya. Kendati demikian, Haru menolak menyebutkan nama kedua partai yang diakuinya sudah makin intens berkomunikasi tersebut.
PKS, ungkap dia, juga masih membuka peluang berkoalisi dengan PDIP. Ia memahami posisi PDIP yang harus tunduk pada keputusan DPP DPIP. “Kami tidak mau mengganggu karena hal itu urusan internal PDIP. Saya dukung apa pun keputusan PDIP, supaya tidak terbebani,” tuturnya.
Saat ini, PKS masih membahas lima nama bakal calon wakil wali kota yang akan mendampingi calon wali kota Dr. Taufikurahman. “Kami berharap wakil yang akan mendampingi Pak Taufik dari kalangan praktisi. Itu untuk mengimbangi Pak Taufik yang akademisi,” tuturnya.
Perubahan
Sementara itu, Ketua DPW PAN Jawa Barat, Ahmad Adib Zain menyatakan, peluang koalisi antara PAN dan PKS kian terbuka lebar. Ia sudah beberapa kali membicarakan dengan DPD PKS Kota Bandung. “Bersama PKS, saya kira sangat besar peluang kolaisi. Di antara kami, sudah ada kesepahaman karena didasari karakter partai kami yang sama-sama reformis. Dibanding sebelumnya, peluang koalisi dengan PKS menjadi jauh lebih terbuka,” ujar Adib, saat dihubungi melalui telefon.
Adib menampik hal itu sebagai reaksi atas pernyataan Ketua DPD Golkar Jabar, Uu Rukmana. Dengan kekuatan mesin partainya, ia optimistis jika harus berhadapan dengan Dada Rosada. Ia tak khawatir karena PAN sedang membangun ikon perubahan.
Terkait figur, PAN tetap akan mengusung Deden Rukman Rumaji sebagai calon wali kota atau calon wakil wali kota berkoalisi dengan partai apa pun. “Sampai saat ini tetap Deden Rumaji. Kami tidak ingin didikte, inilah sumber daya yang dimiliki PAN,” ucapnya.
Sedangkan Ketua DPC Partai Demokrat Kota Bandung, Erwan Setiawan mengaku belum akan memutuskan hengkang dari koalisi dengan Golkar. Ia menilai koalisi antara Golkar dan PDIP masih sebatas wacana. Erwan baru akan bertindak jika koalisi itu benar-benar terjadi. “Itu kan masih wacana. Kami menunggu saja deklarasi Golkar dengan PDIP, setelah itu baru kami akan menentukan sikap,” ujarnya.
Empat pasang
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bandung mengumumkan empat pasang bakal calon independen yang layak diverifikasi bukti dukungannya. Keempat pasangan balon itu adalah Syinar Budhi Arta-Arry Akhmad Arman, Hudaya Prawira-Nahadi, Ahmad Setiawan-Mamat Rachmat, dan R. Sugih-Djoni Garyana.
Menurut Ketua Divisi Sosialisasi KPU Kota Bandung, Heri Sapari, KPU menerima bukti dukungan dari lima pasangan balon independen. Satu lainnya, pasangan Farhat Abbas-Iwan Setiawan dinyatakan tidak layak diverifikasi karena bukti dukungan tidak disertai tanda tangan pendukung. “Pasangan Farhat-Iwan hanya menyerahkan fotokopi KTP pendukung, tidak ditandatangani pendukung,” ujar Heri. (A-156)***
semoga dengan calon independen ini mampu menyerap mereka yang terus2an GOLPUT. sudah saatnya menentukan sikap dan terlibat dalam mekanisme perbaikan. tidak bisa selamanya kita terus kecewa dengan keadaan, terus tidak percaya kepada manusia manapun (padahal manusia tempatnya salah), dan terus berada di luar sistem. saatnya memberikan kontrbusi positif sekecil apapun.
Saya berharap dengan adanya cawalkot dari calon independen ini akan memberi angin segar bagi kota bandung yang sudah sumpek ini. dan calon independedn ini akan memberi angin segar bagi kami semua. tidak hanya untuk partai saja