Situs Bandung News, 20 Mei 2008
USAI siaran pagi di Radio Shinta 97.2 FM Bandung, Selasa (20/5), saya langsung meluncur ke rumah seorang tokoh Kota Bandung. Sebut saja namanya AS, soalnya beliau minta namanya dirahasiakan. Sebelumnya, AS ternyata salah satu pendengar yang on air, menggunakan nama samaran. Ia berkomentar tentang rencana kunjungan Walikota Bandung Dada Rosada ke sebuah permukiman. Komentarnya cukup pedas.
“Bilang ke walikota supaya berkunjung tiap hari, biar jalan-jalan di Kota Bandung diperbaiki,” katanya. “Rakyat selama ini hanya memakai bekas pejabat, muntahannya. Jalan bagus karena bekas pejabar lewat, teu baleg pisan…,” ujarnya pedas.
Saat siaran itu memang saya informasikan bahwa ada suatu kawasan di Kota Bandung yang jalannya sedang diperbaiki. Ternyata, walikota mau melewati jalan tersebut.
“Pejabat kita memang dimanja, dibuat enak terus, tidak merasakan jalan berlubang dan sebagainya… Pantas saja mereka kadang tidak merasakan penderitaan rakyat,” kata saya saat siaran, sekadar “memancing” pendengar masuk berkomentar via telepon interaktif.
Di rumah AS, saya ngobrol sekitar setengah jam. Fokus obrolan soal Pilwalkot. Menurut AS, fenomena Pilgub Jabar lalu kemungkinan terulang pada Pilwalkot. Saat Pilgub, incumbent Dani Setiawan dan Golkar sangat percara diri (PD) akan menang, ternyata kalah oleh “new comer” Hade (Ahmad Heryawan-Dede Yusuf).
Fenomena Pilwalkot Bandung pun demikian. “Dada sangat percaya diri,” kata AS. “Publikasikan aja Kang Romel,” kata AS, “Di antara bakal calon walikota, Dada Rosada yang paling PD bakal menang…”
Menurut AS, beberapa “orang dekat” Dada yang kini menjauh karena melihatnya terlalu PD. Kini Dada bingung mencari figur calon wakilnya.
Tapi, menurut AS, sebenarnya Dada tidak membutuhkan wakil. Buktinya, ketika wakil walikota Bandung meninggal dunia dulu, ia tidak meminta penggantinya. Jadilah ia “penguasa tunggal” di Kota Bandung. “Makanya, sebaiknya jangan ada yang mau jadi wakil walikota karena Dada sebenarnya tidak butuh wakil…!” kata AS. “Bila perlu biarkan saja dia sendirian, jangan ada yang mau jadi wakilnya, parpol selain Golkar juga sebaiknya jalan sendiri aja,” saran AS bersemangat. Ia menyerukan PPP, PKS, Demokrat, PDIP jalan sendiri, atau berkoalisi menghadapi Golkar. “Keun we Golkar sina sorangan…” katanya. Biarkan saja Golkar berjalan sendiri.
Sebuah gagasan bagus, menurut saya. Jika parpol dan tokoh Bandung kompak membiarkan incumbent jalan sendirian, yakin, dia tidak akan terpilih lagi. Ini jika warga Bandung ingin punya pemimpin baru yang lebih muda, fresh, dan kredibel. Masak gubernurnya aja usianya 40 tahunan.. tapi… ah sudahlah, terserah warga Bandung. Kalau memang incumbent berprestasi, pilihlah dia.
“Tapi ingat, jangan lupa, kasus PLTSa, Hotel Planet, Megatron, Perda K3, Saritem, de el el… dapat diatasinya?” kata AS.
(Romel).*
Hatur nuhun Bung Arry, tulisan saya “diaku” ku calon wakil walikota…. Good Luck…! Kali-kali simak gera siaran abdi di Shinta 97.2 FM bandung, tiap pagi, Senin-Sabtu, Jam 6-8 am, seru! Utamanya segmen interaktif dengan pendengar… Nuhun
Rupanya seru juga membaca dan mendengarkan dialektika perebutan KEKUASAAN BANDUNG 1, selamat bertanding dan selamat datang buat calon independen, saat yang tepat untuk “menjewer” partai politik yang tidak mampu melakukan kaderisasi dan rekruitmen yang baik bagi suara generasi muda. Goodluck
“Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah pada kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian . Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” al-baqarah:148.
jadi semangat persaingan itu ada pada berlomba-lomba pada kebaikan. yang namanya balapan, nya pasusul-susul. asal tracknya sama pasti ketemu di finish.
mudah2an dengan pertarungan yang sengit ini menghasilkan juara yang paling tahan banting, paling siap, dan atas ridha ALLAH SWT, sebagai penggenggam rencana terbaik, penyedia solusi terjitu, dan sebaik-baik pembalas segala ‘amal kita yang telah tertunai.
mari kita mulai persaingan itu. jadikan masyarakat kota bandung menjadi masyarakat yang biasa bersaing sehat. sehingga memiliki daya saing. akhirnya menjadi masyarakat yang maju dan sejahtera. salam kenal dari error2succes.wordpress.com