BANDUNG, (PR), 21 Mei 2008
Dr. Taufikurahman resmi diusung Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk menjadi calon Wali Kota (Cawalkot) Bandung. Ahli biologi dari Institut Teknologi Bandung (ITB) itu menyingkirkan dua calon lainnya, yaitu Husni Muttaqien dan Dada Rosada. Terpilihnya Taufikurahman sekaligus sebagai jawaban kepada kader dan simpatisan PKS yang mendambakan cawalkot dari kader PKS. Ketua DPD PKS Kota Bandung, Haru Suandharu mengatakan itu dalam jumpa pers di Restoran Sindang Reret Jln. Surapati Kota Bandung, Selasa (20/5).
Menurut dia, hal itu diputuskan melalui rapat finalisasi, Selasa (20/5) dini hari di Kantor DPW PKS Jabar. Terpilihnya Taufik diharapkan bisa memenuhi harapan kader, simpatisan, dan masyarakat Kota Bandung umumnya. “Pascakemenangan Hade, desakan kader dan simpatisan agar PKS mencalonkan kadernya, begitu kuat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, PKS masih mencari sosok calon wakil wali kota (cawakil) untuk mendampingi Taufik. PKS membuka peluang bagi partai politik, calon independen, perseorangan, dan internal PKS yang berminat menjadi cawakil.
Haru menegaskan, PKS sangat berharap bisa membangun koalisi partai religius-nasionalis. Hadirnya calon independen pun turut diperhitungkan untuk menjadi cawakil. Jika tidak tercapai koalisi, PKS sudah mempersiapkan skenario minimum, yaitu maju sendiri dalam ajang pilwalkot.
Kritik PLTSa
Taufik yang menjabat Ketua Departemen Biologi ITB itu mengkritik rencana Pemkot Bandung yang akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa). Pengolahan sampah dengan metode composting adalah jalan terbaik sekaligus bisa mendukung upaya perbaikan kualitas tanah dan selanjutnya bisa mendukung program antisipasi rawan pangan.
“Secara ekologi, PLTSa rawan menghasilkan dioksin yang berbahaya bagi manusia, apalagi Kota Bandung ini berada di daerah cekungan,” tutur Taufik yang hadir didampingi istrinya, Nurani Esti Lestari. (A-156)***